Play Store tetap menjadi sumber utama pengguna Android untuk mengunduh aplikasi. Namun, risiko keamanan terus meningkat seiring maraknya aplikasi berbahaya yang menyamar sebagai tools bermanfaat.
Data dari penelitian keamanan siber menunjukkan bahwa 30% aplikasi baru di Play Store mengandung malware atau fitur pencurian data 6. Ancaman ini tidak hanya merugikan pengguna biasa tetapi juga perusahaan yang menggunakan perangkat Android untuk operasional.
Untuk mengatasi masalah ini, pengguna perlu memahami ciri-ciri aplikasi berbahaya dan memperbarui daftar aplikasi yang harus dihindari.
Artikel ini akan membahas daftar aplikasi berbahaya di Play Store 2025 berdasarkan investigasi terkini, dilengkapi dengan tips mengoptimalkan keamanan perangkat. Simak informasi lengkapnya untuk melindungi data pribadi Anda
Ciri-Ciri Aplikasi Berbahaya di Play Store
Aplikasi berbahaya sering kali memiliki pola tertentu yang bisa diidentifikasi. Pertama, perhatikan permintaan izin yang tidak relevan, seperti akses ke kontak atau mikrofon untuk aplikasi kalkulator 9. Kedua, ulasan pengguna yang tidak wajar, misalnya, komentar positif berlebihan dengan kalimat generik, patut dicurigai sebagai hasil manipulasi.
Selain itu, aplikasi berbahaya biasanya memiliki jumlah unduhan rendah tetapi rating tinggi. Menurut studi linguistik digital, penggunaan bahasa Indonesia tidak resmi dalam deskripsi aplikasi juga menjadi indikator risiko 1. Contohnya, kalimat tidak logis seperti “Dapatkan uang instan tanpa syarat” sering dikaitkan dengan penipuan.
Ciri-Ciri:
- Izin akses berlebihan tidak sesuai fungsi utama.
- Ulasan tidak alami dengan pola kalimat repetitif.
- Developer tidak jelas atau alamat kontak fiktif.
Daftar 10 Aplikasi Berbahaya di Play Store 2025
1. “Super Cleaner Pro” – Pencuri Data Pribadi
Aplikasi ini menjanjikan pembersihan memori dan optimasi baterai, tetapi diam-diam mengumpulkan data kontak, pesan, dan riwayat pencarian. Menurut laporan keamanan 2025, Super Cleaner Pro terkait dengan jaringan malware Joker yang telah menginfeksi 500.000 perangkat 6.
Untuk menghapusnya, pengguna harus masuk ke Pengaturan > Aplikasi > Super Cleaner Pro > Hapus Instalasi . Pastikan juga memindai perangkat dengan antivirus terpercaya untuk menetralkan sisa file berbahaya.
2. “WiFi Master Key” – Pencurian Password WiFi
Meski populer, versi terbaru WiFi Master Key 2025 dilaporkan membocorkan data lokasi dan password WiFi ke server pihak ketiga. Modus ini melanggar kebijakan privasi Play Store dan telah diinvestigasi oleh lembaga perlindungan data 3.
Sebagai alternatif, gunakan fitur tethering bawaan Android atau aplikasi resmi penyedia layanan internet untuk berbagi koneksi secara aman.
3. “Rafaqat” – Pencuri Data WhatsApp
Aplikasi ini mengklaim sebagai alat komunikasi aman, tetapi diam-diam mengakses data WhatsApp pengguna. Menurut laporan keamanan 2024, Rafaqat terbukti mengirimkan data percakapan ke server pihak ketiga tanpa izin 2.
Untuk menghindarinya, hapus aplikasi segera dan gunakan fitur enkripsi bawaan WhatsApp. Pastikan juga memeriksa izin akses aplikasi secara berkala.
4. “KreditKu” – Modus Pinjaman Online Ilegal
KreditKu termasuk aplikasi pinjaman online dari Indonesia yang mencuri data KTP dan kontak pengguna. Data McAfee 2025 menunjukkan aplikasi ini terkait dengan praktik penagihan ilegal dan kebocoran data pribadi 48.
Jika sudah terlanjur menginstal, segera hapus dan laporkan ke OJK atau platform resmi penanganan pinjol ilegal.
5. “Chip Winner 2048” – Malware Penyamar Game
Game puzzle ini menyembunyikan malware Joker yang mencuri data perbankan dan SMS. Laporan 2023 menyebutkan Chip Winner 2048 telah diunduh lebih dari 1 juta kali sebelum dihapus dari Play Store 67.
Hapus aplikasi dan gunakan autentikasi dua faktor (2FA) untuk melindungi akun finansial Anda.
6. “Quick Loan Pro” – Pencuri Data Finansial
Aplikasi pinjaman ini meminta akses ke SMS dan riwayat panggilan untuk mencuri kode OTP dan data rekening. Penelitian 2023 menemukan Quick Loan Pro terkait dengan jaringan penipuan lintas negara 67.
Hindari aplikasi pinjaman dengan permintaan izin berlebihan. Gunakan layanan fintech berizin OJK untuk keamanan.
7. “Let’s Chat” – Spyware Berkedok Aplikasi Chat
Let’s Chat menyamar sebagai platform komunikasi, tetapi mengumpulkan data lokasi, kontak, dan riwayat browsing. Aplikasi ini termasuk dalam daftar bahaya 2024 karena aktivitas pengiriman data ke server tidak dikenal 2.
Nonaktifkan aplikasi melalui Pengaturan > Aplikasi dan gunakan Signal atau WhatsApp untuk komunikasi aman.
8. “Pixel Battle” – Malware Penguras Baterai
Game ini mengandung adware yang membanjiri perangkat dengan iklan dan menguras baterai. Analisis 2023 menyatakan Pixel Battle juga mengumpulkan data perangkat untuk dijual ke pihak ketiga 67.
Hapus aplikasi dan instal antivirus seperti Malwarebytes untuk memastikan perangkat bersih
9. “Dana Kilat” – Aplikasi Pinjol Ilegal Berbahaya
Dana Kilat, aplikasi lokal, terbukti mencuri data pribadi dan menyebar ke kontak pengguna untuk penagihan intimidatif. Data 2025 menunjukkan ribuan korban terkena dampaknya 89.
Laporkan aplikasi ke Kominfo melalui aduan online dan hindari memberikan data sensitif ke aplikasi tidak resmi.
BACA JUGA: 10 Aplikasi Pinjaman Online Legal Bunga Rendah Langsung Cair
10. “Ztime:Earn Cash Rewards Easily” – Penipuan Hadiah
Aplikasi ini menjanjikan hadiah uang tetapi mengarahkan pengguna ke situs phishing. Investigasi 2023 menyatakan Ztime terkait dengan skema penipuan berkedok reward 67.
Hindari klik tautan mencurigakan dan gunakan fitur Play Protect untuk memindai ancaman.
Cara Menghindari Aplikasi Berbahaya di Play Store
Langkah pertama adalah memeriksa profil developer. Aplikasi resmi biasanya memiliki tautan situs web dan alamat email valid. Hindari aplikasi dari developer dengan nama acak seperti “DevX123” 9.
Selanjutnya, aktifkan fitur Google Play Protect di perangkat Anda. Fitur ini secara otomatis memindai aplikasi berbahaya sebelum instalasi. Caranya:
- Buka Play Store .
- Tap Menu (≡) > Play Protect .
- Pastikan opsi “Scan device for security threats” aktif.
List Tips Tambahan:
- Unduh aplikasi hanya dari halaman resmi Play Store, hindari tautan eksternal.
- Perbarui sistem operasi dan aplikasi secara berkala untuk menutup celah keamanan.
Keamanan digital adalah tanggung jawab bersama. Dengan mengenali daftar aplikasi berbahaya di Play Store 2025 dan menerapkan tips pencegahan, pengguna dapat meminimalkan risiko kebocoran data. Selalu prioritaskan kewaspadaan dan gunakan sumber informasi terpercaya untuk melindungi privasi Anda 69.