92% Pekerja Indonesia Belum Produktif Pakai AI

Komdigi dilaporkan menyoroti rendahnya pemanfaatan AI di tempat kerja. Apa arti angka 92% bagi pekerja dan perusahaan?

SA
Super Admin
·Aug 27, 2026· 1 min read 58

AI makin ramai dibahas, tetapi pemakaiannya di tempat kerja disebut belum merata. Komdigi dilaporkan menyampaikan bahwa 92 persen pekerja Indonesia belum memakai AI secara produktif. Angka ini memicu pertanyaan penting: apa yang membuat teknologi populer ini belum menjadi alat kerja harian?

Temuan Komdigi soal Pemakaian AI

Dalam laporan SuaraGarut.ID, Komdigi disebut menyoroti masih besarnya jumlah pekerja yang belum memanfaatkan AI untuk mendukung produktivitas. Artinya, AI belum sepenuhnya berubah dari tren teknologi menjadi kebiasaan kerja yang memberi hasil nyata.

Makna Angka 92 Persen

Persentase tersebut menunjukkan jarak antara pengenalan AI dan pemanfaatannya secara efektif. Banyak pekerja mungkin sudah mendengar atau mencoba AI, tetapi belum tentu menggunakannya untuk membantu pekerjaan secara terarah.

  • AI belum otomatis meningkatkan produktivitas tanpa tujuan jelas.
  • Pekerja perlu memahami batas, manfaat, dan risiko penggunaannya.
  • Perusahaan perlu memberi arahan agar pemakaian AI tidak asal coba.

Mengapa Isu Ini Penting?

Rendahnya pemanfaatan AI dapat menjadi sinyal bahwa transformasi digital di dunia kerja belum selesai. Jika teknologi tersedia tetapi tidak dipakai secara tepat, peluang efisiensi bisa terlewat.

Kesenjangan Keterampilan Digital

Laporan tersebut tidak merinci penyebab rendahnya penggunaan AI. Karena itu, faktor seperti pelatihan, kebijakan kantor, pemahaman fungsi, dan kesiapan budaya kerja perlu dilihat secara hati-hati.

  • Pekerja membutuhkan kemampuan memilih tugas yang cocok dibantu AI.
  • Organisasi perlu aturan penggunaan yang aman dan jelas.
  • Hasil kerja berbantu AI tetap perlu pengecekan manusia.

Langkah Awal yang Bisa Dipertimbangkan

Pemanfaatan AI secara produktif tidak harus dimulai dari perubahan besar. Pekerja dan organisasi dapat memulai dari proses sederhana, lalu mengevaluasi manfaatnya secara bertahap.

  1. Tentukan pekerjaan yang berulang atau memakan waktu.
  2. Gunakan AI untuk membantu draf, ide, rangkuman, atau pengecekan awal.
  3. Periksa kembali hasil agar tidak terjadi kesalahan informasi.
  4. Buat panduan internal agar pemakaian lebih konsisten.
  5. Ukur apakah AI benar-benar menghemat waktu atau meningkatkan kualitas kerja.

Produktif Bukan Sekadar Memakai Alat

Pemakaian AI disebut produktif jika membantu pekerjaan menjadi lebih cepat, rapi, atau terukur. Namun keputusan akhir tetap perlu berada di tangan manusia, terutama untuk pekerjaan yang menyangkut data, kebijakan, atau dampak publik.

Kesimpulannya, pernyataan Komdigi tentang 92 persen pekerja Indonesia yang belum produktif memakai AI menjadi pengingat bahwa adopsi teknologi perlu dibarengi literasi, aturan, dan kebiasaan kerja yang tepat. Mulai kecil, ukur hasilnya, lalu tingkatkan secara bertahap.


Artikel ini ditulis ulang oleh AI berbasis rangkuman publik dari News. Baca artikel aslinya di sumber.

Share this article
SA

Written by

Super Admin

Related articles

A

AI Butuh Nikel dan Tembaga, Peluang Baru Indonesia?

Kebutuhan AI pada nikel dan tembaga memicu diskusi peluang Indonesia. Simak potensi, tantangan, dan hal yang perlu dicermati.

SA
Super Admin
2m 9
Read more
D

Data Center AI Boros Air, Dradjad Diminta Cari Solusi

Isu kebutuhan air data center AI jadi sorotan. Wamenko Dradjad dilaporkan mendapat tugas mencari solusi yang lebih berkelanjutan.

SA
Super Admin
2m 9
Read more
H

Hospital Expo 2026 Sorot 3 Alat Kesehatan Berbasis AI

Hospital Expo 2026 dilaporkan menampilkan tiga alat kesehatan berbasis AI, menandai sorotan baru teknologi medis.

SA
Super Admin
1m 9
Read more