Mekari Soroti Shadow AI di Kantor, Ini Risikonya

Mekari menyoroti Shadow AI di Indonesia dan pentingnya tata kelola agar pemanfaatan AI di tempat kerja tetap aman dan produktif.

SA
Super Admin
·Oct 7, 2026· 1 min read 3

Penggunaan AI di tempat kerja makin dekat dengan aktivitas harian karyawan. Namun, di balik kemudahan itu, Mekari menyoroti isu Shadow AI di Indonesia yang perlu dikelola lebih serius agar manfaat teknologi tidak berubah menjadi celah risiko.

Mekari Angkat Isu Shadow AI di Indonesia

Menurut laporan Warta Ekonomi, Mekari menyoroti fenomena Shadow AI dalam dunia kerja di Indonesia. Istilah ini merujuk pada pemanfaatan alat berbasis AI oleh karyawan atau tim tanpa koordinasi yang memadai dengan kebijakan perusahaan.

Perhatian tersebut muncul seiring makin banyaknya solusi AI yang mudah diakses untuk membantu pekerjaan, mulai dari menyusun ide, merangkum informasi, hingga mempercepat proses administratif. Di satu sisi, AI dapat mendorong efisiensi. Di sisi lain, penggunaan yang tidak terarah dapat memunculkan persoalan tata kelola.

Mengapa Shadow AI Perlu Diperhatikan?

Shadow AI menjadi penting dibahas karena penggunaan teknologi di lingkungan kerja tidak hanya menyangkut produktivitas, tetapi juga cara organisasi menjaga data, proses, dan kepatuhan internal.

  • Kontrol data: perusahaan perlu memahami data apa saja yang diproses melalui alat AI.
  • Konsistensi kerja: penggunaan aplikasi yang berbeda-beda dapat membuat standar hasil tidak seragam.
  • Akuntabilitas: keputusan yang dibantu AI tetap membutuhkan pengawasan manusia.

Dorongan Pemanfaatan AI yang Aman

Dalam sorotannya, Mekari mendorong pemanfaatan AI yang lebih aman di dunia kerja. Pesannya bukan menolak penggunaan AI, melainkan memastikan teknologi tersebut digunakan dengan rambu-rambu yang jelas.

Dengan pendekatan yang tertata, perusahaan dapat mengambil manfaat AI tanpa mengabaikan aspek keamanan dan tanggung jawab. Hal ini juga membantu karyawan memahami batasan, jenis pekerjaan yang dapat dibantu AI, serta informasi apa yang tidak semestinya dibagikan ke platform eksternal.

Langkah Awal yang Bisa Dipertimbangkan Perusahaan

  1. Menyusun panduan penggunaan AI yang mudah dipahami karyawan.
  2. Menentukan kategori data yang boleh dan tidak boleh diproses menggunakan alat AI.
  3. Memberikan edukasi rutin agar penggunaan AI sejalan dengan kebijakan perusahaan.
  4. Meninjau alat AI yang dipakai agar sesuai dengan kebutuhan kerja.

AI Butuh Tata Kelola, Bukan Sekadar Akses

Isu Shadow AI menunjukkan bahwa transformasi digital tidak cukup hanya dengan membuka akses terhadap teknologi baru. Perusahaan perlu memastikan AI digunakan secara bertanggung jawab, transparan, dan selaras dengan tujuan bisnis.

Bagi pelaku usaha di Indonesia, sorotan Mekari ini menjadi pengingat bahwa AI dapat menjadi pengungkit produktivitas jika dikelola dengan aman. Saatnya organisasi meninjau kembali kebijakan internal dan membangun budaya kerja yang siap memanfaatkan AI secara bijak.


Artikel ini ditulis ulang oleh AI berbasis rangkuman publik dari News. Baca artikel aslinya di sumber.

Share this article
SA

Written by

Super Admin

Related articles

I

Indonesia Bahas Perlambatan AI dan Koalisi Global

Indonesia dilaporkan menimbang perlambatan AI dan peluang koalisi global. Apa dampaknya bagi arah tata kelola teknologi?

SA
Super Admin
2m 3
Read more
I

Indonesia Dorong Royalti Hak Cipta AI yang Lebih Adil

Sorotan Indonesia pada royalti hak cipta AI membuka isu penting: bagaimana pencipta tetap mendapat imbal hasil adil.

SA
Super Admin
2m 2
Read more